SENI BUDAYA

Ragam dan Corak Seni Rupa Indonesia.

Oleh : Ummatang DF.

Seni rupa merupakan salah satu cabang seni yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia baik secara langsung maupun tidak langsung. Setiap orang menghendaki memiliki rumah, perabotan rumah, dan busana atau pakaian yang bagus yang memerlukan unsur-unsur seni rupa. Dekorasi rumah baik interior maupun eksteior tidak bisa lepas dari sentuhan seni rupa. Lukisan, relief, patung dan seni terapan dapat digunakan untuk memperindah bangunan rumah atau gedung baik interior maupun eksteriornya.

Seni rupa telah berkembang sejak zaman lampau hingga masa kini yang melahirkan beraneka ragam corak serta mempunyai bermacam fungsi.

A.    Corak Seni Rupa Murni

Corak atau gaya dalam seni rupa murni yang digunakan para perupa dalam menciptakan karya seni baik yang ada di Nusantara maupun Mancanegara, hampir tidak memiliki perbedaan, terutama pada corak seni rupa murni modern dan kontemporer.

  1. Corak Seni Rupa Murni Tradisional

Seni rupa tradisi adalah seni rupa yang dibuat dengan mengikuti pola-pola atau norma-norma tertentu yang berlaku disuatu daerah dan dibuat berulang-ulang tanpa merubah bentuk aslinya. Karya seni rupa murni tradisi diciptakan untuk kepentingan kebutuhan emosi atau rohani dan kepentingan estetis (rasa keindahan). Seni rupa murni tradisi meliputi seni lukis, seni relief (seni ukir), seni patung dan seni kria murni.

  1. Corak seni rupa murni tradisi Nusantara

Di wilayah Nusantara terdapat beraneka ragam corak seni rupa tradisi, hal ini disebabkan wilayahnya yang luas dan terdapat bermacam-macam tradisi, budaya, lingkungan alam, adat, dan agama. Seni rupa murni Nusantara diawali sejak zaman prasejarah berupa lukisan/relief babi dan cap-cap tangan pada dinding serta patung perlambang dari roh nenek moyang. Berikut ini beberapa karya seni rupa murni tradisi Nusantara :

(1)   Lukisan Wayang Kamasan di kabupaten Klungkung Bali

Lukisan Wayang Kamasan menggunakan obyek batu-batuan, pohon-pohonan, awan wayang parwa dan wayang kanda. Obyek dilukis dengan cara distilasi, diulang dan disusun bertumpuk, kesan garis jelas (garis kontur dan garis cawi), warna-warna monoton, dan bercorak dekoratif.

(1)   Relief dan patung pada bangunan candi di Jawa Tengah

Relief dan patung di Jawa tengah berkesan Agamais, yang merupakan pengaruh dari Agama Hindu, Budha dan budaya/seni rupa India. Relief dan patung yang terdapat pada candi Prambanan dan Borobudur menampilkan obyek Dewa, Budha, manusia, fauna dan flora yang bercorak Naturalis. Relief pada dinding candi Prambanan mengisahkan tentang ceritera Ramayana dan pada candi Borobudur mengisahkan tentang perjalanan sang Budha.

(2)   Seni Patung suku Asmat di Irian Jaya

Karya patung suku Asmat bercorak Premitif, dengan bentuk yang kaku dan pahatan yang agak kasar. Karya seni patung tersebut dibuat merupakan simbolis dari roh nenek moyang.

(3)   Lukisan dan relief suku Dayak di Kalimantan

Karya lukisan dan relief suku Dayak bercorak Dekoratif, premitif dan magis dengan menonjolkan warna-warna merah, putih dan hitam.

 

(4)   Ukiran dan patung pada bangunan Pura di Bali

Pura-pura di Bali diperindah dengan relief/ukiran dan patung-patung yang bercorak Agamais dan Dekoratif sehingga berkesan Agung.

(5)   Lukisan kaligrafi

Lukisan kaligrafi merupakan lukisan corak Islam asli yang menggunakan huruf Arab sebagai unsur utama. Seni ini dapat ditemukan pada bangunan masjid, batu nisan, istana/keraton raja, dsb.

 

  1. Corak seni rupa murni tradisi Mancanegara

Corak seni rupa murni di Mancanegara diawali dari lukisan dan karya-karya patung orang-orang premitif yang menggambarka tentang binatang dan manusia dalam bentuk sederhana. Berikutnya berkembang karya-karya yang bertemakan unsur keagamaan dan bercorak relegius. Pada zaman Renaissance para seniman mulai melukis wajah dan seluruh tubuh tanpa ada sesuatu makna agama.

(1)   Corak seni rupa India

Corak seni rupa India merupakan pengaruh agama Hindu dan Budha yang menghasilkan patung-patung Budha, relief riwayat hidup sang Budha, relief pada bangunan kuil tentang ceritera Mahabharata dan Ramayana.

(1)   Corak seni rupa Cina

Seni rupa tradisi Cina diawali dengan lukisan huruf dari tinta bak dan cat air transparan. Ciri-ciri lukisan lembut, halus, tipis, obyeknya umumnya pemandangan alam dan tokoh manusia dalam legenda.

(2)   Corak seni rupa Mesir Kuno

Seni rupa murni Mesir Kuno menghasilkan karya-karya berupa patung, relief dan lukisa. Patung yang dibuat pada zaman Mesir Kuno selalu dihubungkan dengan pembangunan tempat-tempat sacral. Biasanya patung Mesir merupakan tradisi pengulangan (stereotype) bentuk patung yang pernah dibuat.

Patung-patung Mesir mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

1)      Sikap: berjalan dengan sikap kaki kiri di depan, tangan menggenggam. Kalau duduk dengan sikap berlutut dan jongkok.

2)      Model: raja-raja dan dewa-dewa, sedangkan rakyat jelata bentuknya dibedakan dengan jelas.

 

Seni relief Mesir mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

1)      Tema menceriterakan tentang raja-raja, dewa-dewa, dan kehidupan rakyat jelata.

2)      Jenis relief Mesir berupa relief dalam dan relief rendah.

3)      Sikap relief manusia menampakkan ciri-ciri seperti: mata tampak depan, muka kaku tampak samping (profile), badan tampak depan (en-face), kaki tampak samping dengan kaki kiri melangkah ke depan.

 

Seni lukis Mesir banyak ditemukan pada berkas-berkas papyrus, dinding-dinding kuburan, dan peti mati. Pada dasarnya seni lukis Mesir mempunyai motif-motif yang sama dengan seni relief, yaitu bentuk lukisan tidak memperhatikan perspektif antara yang jauh dengan yang dekat, maupun gelap terang. Warna-warnanya sederhana, seperti untuk warnai kulit laki-laki dipakai warna coklat kemerah-merahan, sedangkan untuk warna kulit wanita digunakan warna kuning. Warna pakaian digunakanwarna putih, warna perhiasan digunakan warna merah, biru, dan hijau.

 

 

 

 

(3)   Corak seni rupa Yunani Kuno

Perkembangan seni rupa murni Yunani Kuno dimulai pada zaman Kreta berupa seni relief, seni lukis dan seni patung. Seni lukis zaman Kreta cenderung menggunakan teknik fresco yaitu pewarnaan lukisan pada dinding bangunan dalam keadaan basah. Sedangkan relief yang dikerjakan pada dinding bangunan dengan teknik pahatan (stucco). Seni lukis ditemukan di Knostos yang bercorak dekoratif. Diperkirakan pada zaman Kreta bangsa Yunani telah mahir membuat patung, hasil peninggalannya tidak ditemukan.

Seni patung: patung pada zaman Yunani Tengah memiliki dua corak yang berbeda. Corak tersebut adalah corak Ionia dan corak Doria.

Seni patung corak Ionia mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Mewujudkan bentuk perempuan sebagai lambang Dewi.
  2. Sikap duduk dan berdiri mengesankan gerakan.
  3. Wajah tersenyum ramah.
  4. bentuk lebih harmonis.

Seni patung corak Doria, ciri-cirinya sebagai berikut:

  1. Mewujudkan bentuk laki-laki sebagai lambang Dewa.
  2. Mengesankan sikap orang berjalan dengan kaki kiri melangkah ke depan.
  3. Proporsi tidak realistis.
  4. Wajah bulat dengan senyum angkuh dan bibir sedikit terbuka

Pada zaman gemilang, seni patung Yunani benar-benar mengalami puncaknya. Hal ini karena patung yang dibuat mempertimbangkan proporsi yang mendekati sempurna. Kemajuan seni patung Yunani dipelopori oleh 3 seniman yang hidup pada masa itu. Mereka itu adalah Phiedias, Myron, dan Polycletos. Ketiga pematung tersebut mampu menggabungkan langgam Doria yang tegar dengan langgam Ioania yang harmonis. Percampuran langgam tersebut, diberi sebutan Attis. Nama tersebut diambil dari nama tempat mereka berkarya yaitu Attica-Athena.

Keberadaan seni lukis Yunani hanya dapat diketahui dari literature-literatur Yunani Kuno. Hal ini disebabkan karya-karya lukisan Yunani musnah dan tidak ada peninggalannya sama sekali. Dari literature-literatur diketahui bahwa para seniman lukis Yunani pada zaman itu belum menguasai perspektif dan gelap terang (cahaya). Lukisannya bersifat dekoratif. Hal ini berawal dari lukisan jembangan pada zaman Kreta. Lukisan pada jembangan banyak menampilkan motif-motif kelautan, seperti rumput laut, ubur-ubur, ikan, karang, gelombang, dsb. Perkembangan berikutnya pada abad 10 SM muncul motif-motif geometris pada seni hias jembangan. Motif-motif lainnya berupa motif binatang, manusia yang ditampakkan dengan warna hitam pada jembangan tanah liat yang berwarna merah. Terdapat juga motif-motif kisah-kisah mitologi dan kepahlawanan.

Pelukis Yunani yang terkenal yang tercatat dalam literature Yunani Kuno adalah Polygnatos dan Apelles.

(4)   Corak seni rupa Romawi

Pada karya seni patung Romawi kebanyakan merupakan penjiplakan dari seni patung Yunani. Namun oleh seniman Romawi  bahannya diganti dari perunggu beralih ke bahan batu pualam. Seni patung Romawi dalam pembuatan patung-patung potret, namun unsur realisnya masih mengadopsi gaya Yunani.

Dalam Seni Relief Romawi banyak menampilkan ceritera peperangan bertema sejarah. Bentuknya tidaklah sebaik relief dari bangsa Yunani, terutama dalam perspektifnya.

Bersambung……..

materi ajar Seni Budaya, Smk Farmasi Pare

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s